Entrepreneur.co.id
Berita Ekonomi Infrastruktur

Kementerian Perhubungan bergabung dengan kekuatan untuk mengurangi tumpahan gas lepas pantai

Kementerian Perhubungan telah bekerja sama dengan perusahaan holding energi milik negara Pertamina untuk menangani dampak dari tendangan sumur gas yang diikuti oleh tumpahan di area PT Pertamina Hulu Energi Offshore Jawa Barat Utara (PHE ONWJ).

Direktur Unit Penjaga Pantai dan Laut (KPLP) kementerian, Ahmad, mengatakan Otoritas Pelabuhan Pulau Seribu (KSOP) telah membentuk tim, yang telah pergi ke lokasi tumpahan, bersama dengan perahu untuk mendukung Pertamina.

“Pertamina telah berhasil mengendalikan situasi, tetapi KSOP akan siap kapan saja Pertamina membutuhkan bantuan untuk menangani kecelakaan,” kata Ahmad, Senin. Pertamina telah membentuk enam tim, mengerahkan 27 kapal dan menempatkan ledakan untuk menahan tumpahan gas.

Ahmad mengatakan kementerian dan Pertamina telah membahas situasi saat ini dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani kecelakaan itu. Dia mengatakan kecelakaan itu tidak mengganggu jalur pelayaran komersial di daerah itu, tetapi kementerian masih akan mengeluarkan peringatan sehingga kapal akan menghindari daerah yang terkena dampak.

Wakil presiden komunikasi korporat Pertamina Fajriyah Usman mengatakan tim mitigasi melibatkan sumber daya yang kredibel, kompeten, dan berpengalaman seperti dari Boot & Coots, sebuah perusahaan swasta yang berbasis di Amerika Serikat yang memiliki pengalaman menangani kasus serupa di Teluk Meksiko.

Juru bicara operator ONWJ Pertamina Hulu Energi (PHE) juru bicara Ifki Sukarya mengatakan kecelakaan itu disebabkan oleh “tendangan sumur” yang berbahaya, pelepasan gas yang tidak direncanakan dan seringkali kejam yang disebabkan oleh tekanan rendah di sumur bor. Dia mengatakan itu dimulai pada 12 Juli dan menjadi lebih besar dua hari setelahnya.

Tendangan sumur terjadi di YYA-1 yang diaktifkan kembali, terletak di bawah anjungan lepas pantai PHE ONWJ dua kilometer di utara Karawang, Jawa Barat. Tendangan itu akhirnya menyebabkan tumpahan gas yang mencemari beberapa pantai di Karawang sejak Minggu.

Pemerintah mengurangi pengeluaran setelah pertumbuhan pendapatan melambat di semester pertama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan mengurangi belanja dalam beberapa bulan mendatang karena pertumbuhan pendapatan lambat pada paruh pertama 2019.

Related posts

5 Wilayah Eksplorasi Jadi Fokus Pertamina Cari Sumur Minyak

Ronald Simatupang

BAZNAS Gelar Diskusi Sistem Digital Pengelolaan Zakat

Reni Puspita

Harga Bawang Putih Melejit Hingga Rp 100 Ribu Karena Izin Impor Yang Telat

Reni Puspita

Leave a Comment