Entrepreneur.co.id
maskapai
Industri Moneter

Maskapai Nasional Akan ‘Teriak’ Jika Maskapai Asing Masuk Indonesia

ENTREPRENEUR.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Darmin Nasution menilai bahwa gagasan untuk mengundang maskapai asing masuk ke pasar penerbangan di Indonesia mungkin bisa saja memunculkan persaingan harga tiket pesawat yang lebih kompetitif. Namun, di sisi lain justru akan membuat maskapai penerbangan nasional ‘berteriak’.

Pasalnya, sejumlah maskapai nasional belakangan ini sering mengeluhkan biaya operasional yang semakin tinggi dan harga tiket penerbangan yang terlalu murah kepada masyarakat. Hal tersebut membuat pendapatan maskapai nasional tidak maksimal.

“Nah, jadi sekarang pemerintah memilih apa? Pemerintah tidak hanya memilih maskapai, tapi juga memilih konsumen,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya sempat membuat gagasan untuk mengundang maskapai asing masuk ke persaingan pasar penerbangan Indonesia. Gagasan tersebut muncul setelah harga tiket pesawat sempat melambung tinggi dan tidak kunjung turun, walaupun hal tersebut telah dikeluhkan oleh masyarakat.

Menurut Darmin, sekilas gagasan yang dibuat oleh Jokowi tersebut mungkin bisa membuat harga ket pesawat menjadi lebih kompetitif. Sebab, kehadiran maskapai asing dinilai mampu memberi pilihan layanan baru bagi masyarakat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas harga tiket yang ditawarkan.

Mengingat pilihan layanan penerbangan di dalam negeri saat ini, cenderung lebih terbatas. Pasar penerbangan dalam negeri hanya dikuasai oleh dua maskapai besar, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air.

“Struktur pasar ini cenderung memberikan power berlebih di produsen, maka jawabannya adalah undang saja saingan (dari maskapai asing), supaya dia (maskapai nasional) tekan dan turunkan harga,” kata Darmin yang berhasil ditemui pada saat Open House di rumah dinasnya, di Jalan Widya Chandra, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6).

Meskipun demikian, Darmin mengatakan bahwa dirinya belum bisa menentukan setuju atau tidak terhadap gagasan yang dibuat oleh Presiden Jokowi tersebut. Sebab ia juga masih memikirkan dampaknya bagi pasar penerbangan di Indonesia.

Ia hanya mengatakan bahwa pihak pemerintah pastinya akan selalu berupaya untuk mencari jalan keluar dari masalah tarif tiket penerbangan nasional. Sebab, dampak dari tingginya tarif tiket pesawat yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat daya beli masyarakat menurun dan inflasi secara makro.

Terkait tingginya harga tiket pesawat, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) supaya tiket pesawat yang dijual maskapai penerbangan turun harga . Meskipun begitu, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk maskapai dengan layanan penuh (full services).

Related posts

United Tractors Turunkan Target Penjualan Akibat Harga Batu Bara Turun

Ronald Simatupang

Ekonomi Indonesia Belum Maksimalkan Industri Manufaktur

Ronald Simatupang

OJK Target Aturan Terkait BPR Keluar Bulan Depan

Reni Puspita

Leave a Comment