Entrepreneur.co.id
Luhut Memberikan Kepastian Pegatron Sang Perakit iPhone Buka Pabrik Di RI
Industri

Luhut Memberikan Kepastian Pegatron Sang Perakit iPhone Buka Pabrik Di RI

Entrepreneur.co.id, Jakarta – Dipastikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, perusahaan perakit iPhone asal China, Pegatron akan buka pabrik di Indonesia. Hal tersebut disinyalir karena Pegatron akan mengalihkan sebagian produksinya dari China ke Indonesia.

Adanya pemindahan basis produksi non-iPhone oleh Pegatron, tujuannya ialah untuk menghindari tarif tinggi ketika produk di ekspor ke Amerika Serikat. Sebab, perakit komponen asal Taiwan tersebut juga terkena imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, sehingga secara tidak langsung tarif ekspornya juga lebih mahal.

“(Pegatron) pasti ke sini. Sekarang kita lagi loby, karena tadi trade war US$ 550 miliar ini. Kita sedang identifikasi, sudah kemarin kita ketemu. Apa saja barang yang ekspor ke AS itu yang bermasalah. Salah satu yang paling besar itu elektronik. Itu hampir US$ 182 miliar,” ungkap Luhut di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Luhut juga menyebut bahwa kesepakatan tersebut akan memberikan keuntungan besar bagi Indonesia. Akan tetapi dirinya belum mengetahui angka tepatnya. Sedangkan untuk waktu, ditargetkan sebelumnya Pegatron akan memulai produksi di pertengahan tahun 2019. Namun hingga saat ini masih belum menyelesaikan masalah teknis.

“Sekarang masih proses, ada masalah teknis,” paparnya.

Jika sesuai rencana, Pegatron akan membuka pabrik di Batam, karena dinilai lebih menjanjikan terkait investasi disana lebih cepat berkembang. Sedangkan terkait dengan perang dagang, Luhut juga mengadakan pertemuan dengan perwakilan China dan AS. Pertemuan tersebut sebagai bentuk penawaran kepada kedua negara untuk mengikuti jejak Pegatron.

“Kita bicara sama bank, seperti Standar Chatered, sama orang Tiongkok sendiri. Supaya mereka relokasi ke Indonesia. Tapi kita bicara juga ke AS. Mereka mau. Nanti saya ketemu juga dengan chambers of commerce mereka di tanggal 17 Juni 2019. Jadi kita melihat keuntungan buat Indonesia banyak,” jelas Luhut.

Related posts

Kementan Dorong Produksi Bawang Putih Di Sukabumi Untuk Kejar Target Swasembada

Reni Puspita

Garuda Diminta Lebih Transparan Terkait Laporan Keuangan

Ronald Simatupang

Maskapai Nasional Akan ‘Teriak’ Jika Maskapai Asing Masuk Indonesia

Anggoro Putri

Leave a Comment