Entrepreneur.co.id
Tanda Tanya Dibalik Upah Buruh Yang Mau Di Revisi
Bisnis

Tanda Tanya Dibalik Upah Buruh Yang Mau Di Revisi

Entrepreneur.co.id, Jakarta – Diberitakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai rencana untuk melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Dalam hal ini, Presiden juga sudah bertemu dengan beberapa petinggi serikat pekerja Indonesia.

Langkah revisi PP Nomor 78 Tahun 2015 tersebut merupakan salah satu janji Jokowi ketika berkampanye sebagai calon presiden (Capres) periode 2019-2024. Nah yang menjadi pertanyaan, kapan dan sejauh mana revisi tersebut dilakukan?

Diungkapkan oleh Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Adriani, saat ini pihaknya masih melakukan konsolidasi serta mengumpulkan masukan dari berbagai pihak. Khususnya pihak-pihak yang terkait dengan revisi upah tersebut.

“Cepat atau bagaimana itu tergantung sejauh mana kita bisa mengkonsolidasikan keinginan pekerja, pengusaha, kemudian kepentingan masyarakat bisa kita rangkum dan kita dapatkan hasilnya secepat itu juga kita bisa,” jelas Adriani pasca acara Pas FM di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Adriani juga berujar bahwa Kemnaker juga telah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk didalamnya ialah dengan dewan pengupahan. Diskusi tersebut dilakukan guna menyempurnakan aturan yang sudah terbentuk.

“Progresnya bagus semua sudah punya pandangan-pandangan kira-kira seperti apa masalah yang dihadapi dan kira-kira ke depan apa yang harus kami sempurnakan,” ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut, Adriani juga mengungkap bahwa pihaknya akan melakukan simulasi pada sejumlah daerah terkait hasil revisi PP tersebut. Hal itu sangat perlu dilihat dulu seberapa realistis revisi bisa diterapkan.

“Kita buatkan konsepnya kami uji publik bagaimana pandangan publik dan harus ada simulasinya dengan implementasi nanti dengan berbagai kondisi di lapangan. Setelah kami simulasi di situ kami bisa buat alternatif yang realistis diterapkan bagaimana,” pungkasnya.

Related posts

Harga Cabe Rawit Masih Pimpin Kenaikan Pangan

Ronald Simatupang

Hotel Korban Tiket Pesawat Mahal Sudah Banyak Yang Tumbang

Reni Puspita

Kreasa Market 2019 Menghadirkan 30 Brand Lokal Kota Bandung Pada 14 – 15 Desember

admin

Leave a Comment