Entrepreneur.co.id
Berita

Munarman Batal Dikonfrontasi dengan Tersangka Kasus Ninoy

Pihak penyeidik dari Polda Metro Jaya telah batal mengklarifikasi keterangan dari salah satu tersangka kasus dari penculikan dan juga penganiayaan pegia dari media sosial, yaitu Ninoy Karundeng Kepala Sekretaris Umum Front Pembela Islam atau kita kenal FPI yaitu Munarman.

Aziz Yunuar ialah salah satu dari kuasa hukum Munarman telah mengatakan juga kepada penyidaik sedianya telah berencana mengklarifikasi sebuah keterangan S di saat Munarman diperiksa sebagaimana menjadi saksi. Salah satunya tersangka di dalam kasus tersebutm yaitu S, telah mengaku bahwa berkomunikasi besama dengan Munarman di saat penganiayaan terhadap Ninoy telah terjadi.

“Keterangan dari PA Munarman memang mau dikonfrontir kembali dari Pak S yang pada saat ini juga telah ditahan dan titipan di Ditrekrimum, akan tetapi ada alasan yang lainnya yang juga kita tidak tahu juga” ujar dari Aziz yang memang terlebih dahulu telah meninggalkan Gedung Subdit Remob Polda Metro Jaya pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019 malah hari.

Kemudian Kuasa hukum dari Munarman yan lainnya yaitu Samsul Bahri juga telah mengatakan akan kongrontasi itu batal dilakukannya. “Enggak ada kongrontasi dari keterangan Munarman bersama dengan tersangka S” ujar dari Samsul Bahri. Di juga telah mengakatakan kepada Munarman yang memang hanya datang untuk memenuhi panggilan dari pihak kepolisian sebagaimana menjadi saksi.

Munarman sendiri se usai dari pemeriksaan telah mengatakan kepada dirinya telah dimitai sebuah keterangan soal dari kejadian penganiayaan ninoy tepatnya di Masjid Al Falaah. “Pada intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa yang terjadi di Masjid Al Falaah” ujar dari Munarman.

Diketahui juga di dalam kasus ini ,pihak dari polisi telah menetapkannya 13 orang tersangka, termasuk dari Sekretaris Jendral atau Sekjen Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabar.

Kemudian dari 13 tersebut tersebut ada 12 tersangka di naranya sudag ditahan. Lalu Polisi menjerat ada 13 tersangkat tersebut bersama dengan Pasal dari 170 KUHP dan juga Pasal 335 KUHP. Ninoy telah diduga dianiaya oleh sejumlah orang di Pejompingan di saat demonstrasi berujung kerusuhan tersebut pada tanggal 30 September lalu.

Related posts

Pembatasan Truk Barang di Tol

Sakinatul Muhimmah

Peretas menargetkan data pribadi yang disimpan di universitas top Australia

Siti Lailatil Mukarromah

Korban Kebakaran Pabrik Korek Api Teridentifikasi, Tangis Keluarga Histeris

Sakinatul Muhimmah

Leave a Comment