Entrepreneur.co.id
Teknologi

BRTI Bicara Soal Alat Blokir IMEI Milik Operator

Pihak Badan Regulasi dan juga Telekomunikasi Indonesia atau BRTI telah mengutarakan operator memang tidak perlu lagi memasang alat pemblokiran itu sendiri yang pada masa awalnya pemblokiran sebuah IMEI ponsel yang telah diselundupkan ataupun Black Market (BM).

Perangkat dari pemblokiran tersebut telah dikenal dengan yaitu Equipment Indetity Register atau EIR. Komisioner BRTI yaitu Agung Harsoyo telah mengungkapkan tugas dari pendeteksi IMEI memang berada di alat SIBINA . SIBINA ialah basis data dari IMEI yang telah dikelola oleh pihak Kementerian Perindustrian atau Kemenperin.

“Di awal dari penerapan pemblokiran operator memang tak perlu lagi untuk di terapkan oleh EIR. Ini memang karena sangat erat sekali kaitannya bersama dengan sebuah investasi. Jika kalau memang hanya sekedar simpan basis data saja tidaklah perlu EIR” ucap dari Agung kepada pihak wartawan di daerah tepatnya Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kemudian di dalamnya pelaksaan dari regulasi IMEI, yang dimana sistem pemblokiran yang telah digunakan oleh pihak pemerintah telah membabkannya sebuah operator yang dimana harus menyiapkan kembali sister dari EIR tersebut untuk dapat mendukung sebuah pemblokiran ponsel. Sistem itu pun telah dikeluhkan dari operator karena lantaran dari mereka memang mesti untuk membeli sebuah sistem yang dapat menyelenggarakan dari EIR ini. Harga yang memang perlu diinvestasikan tersebut ialah mencapai hingga miliaran rupiah.

Ketika dari SIBINA telah menceteksi adanya dari ponsel BM dengan IMEI yang disebut sebut ilegal, maka dari SIBINA akan melaporkan hal tersebut kepada pihak operator. Oleh karena itu memang pemblokiran yang menggunakan basis data SIBINA tanpa dari EIR tersebut sudah dapat dilakukan kembali.

“Untuk pemblokiran tersebut karena intinya setiap kali untuk membaca ada IMEI itu maka tidak akan dilayani kembali. Tidak perlu harus pakai EIR, memakan basis data yang biasanya itu akan bisa” ujar dari Agung tersebut. Lalu Agung pun mengatakan EIR telah digunakan agar pemerintah dapat bisa mendeteksi pengguna untuk secara akurat yang dapat menghindari IMEI dari duplikasi.

Related posts

Iklan di Lock Screen Smartphone Huawei ditarik

Sakinatul Muhimmah

Leave a Comment