Entrepreneur.co.id
Berita Ekonomi

Data Ekonomi AS Buruk, The Fed Buka Opsi Turunkan Bunga Acuan

Pembuat kebijakan yang dimana bank sentral Amerika Serikat atau AS The Federal Reserver (The Fed) telah mengutarakan pada hari kamis tanggal 3 Oktober, yang dimana terbuka terhadap kemungkinannya pemangkasan suku bunga. Kemudian pun kemungkinan akan di bukan karena data telah mengindikasikan ekonomi dari AS sedang menuju ke arah sebuah pelemahan. Sinyal tersebut telah tercermi dari pelambatan di dana manufaktur AS.

“Kamu juga akan pergi ke pertemuan kami yang selanjutnya, lalu berdiskusi tentang apa yang dimana itu sesuai dan juga saya akan sangat terbuka untuk dapat melakukan sebuah penyesuaian jika dimana itu ialah sebuah kibijakan yang cukup tepat” ujarnya saat oleh Presiden Bank Federal Reserve Chicago Charles Evans seperti yang telah dikutp.

Akan tetapi Presiden Fed Dalla Robert Kaplan telah mengatakan jika dimana di pinggiran kota Houston setelah pernyataanya tersebut untuk memperingatkan agar memang tidak perlu lagi terlalu banyak membaca dari satu titi data. Walaupun meski demikian ia telah mengutarakan memiliki sebuah pikiran yang cukup terbukan dan juga memantau bersama dengan sangatlah cukup hati-hati untuk dapat melihat apakan dari pelemahan menyebar ke konsumen dan juga pasar tenaga kerja tersebut.

“Jka kami telah menunggu sebuah pelemahan di dalam pertumubuhan global dan juga investasi manufarktur serta juga bisnis ini akan dapat bisa menjalar ke bagian yang lainnya juga dari ekonomi. Akan tetapi saya memang lebih menyukai menggunakan menyesuaikan sebuah tingkat suku bunga dan juga Fed atau FFR jika dimana kita perlu di saat ketika itu memang penting dan yang saya pikit itu melakukannya akan lebih cepat lagi daripada jika terlambat” ujar dari Kaplan pada saat itu.

Kemudian The Fed memang telah memangkas sebuah suku bunga yang dimana dua kali tahun ini dikarenakan sebuah bisnins AS yang telah melemah terkena sebuah dampat peningkatan ketegangan perdagangan di anatara Negeri Paman Sam yang dimana risiko kekacauan politik yang dapat bisa timbul akibatnya dari Inggris kelar lalu dari Uni Eropa, dan juga sebuah pelemahan pertumbuhan ekonomi di Jerman dan juga di tempat yang lainnya.

 

Related posts

Garuda Diminta Lebih Transparan Terkait Laporan Keuangan

Ronald Simatupang

Korban Kebakaran Pabrik Korek Api Teridentifikasi, Tangis Keluarga Histeris

Sakinatul Muhimmah

BNI Siapkan Uang Tunai Rp14,3 T Tiap Minggu Untuk Penuhi Kebutuhan Lebaran

Reni Puspita

Leave a Comment