Entrepreneur.co.id
Berita

Ketua KNPB dan 6 Aktivis Papua Dipindah Tahanan ke Kaltim

Pihak kepolisian daerah di Polda Papu telah dikabrkan memindahkannya sebuah penahanan tujuh tersrangka dari serangkaian sebuah kasus kerusuhan yang berada di Papua ke Kalimantan Timur. Kemudian dari tujuh orang yang telah dikenal para aktivis papua merdeka itu yaitu salah satunya ialah ketua komite nasional papua barat atau KNPB yaitu Agus Kossay. “Tujuh orang yang telah dipindahkan ke Polda Kalimantan Timur” ujar dari juru bicara Internasional KNPB yaitu Victor Yeimo saat di hubungi.

Kemudian selain Agus Kossay bahwa enam aktivis di Papua lainnya yang telah dipindahkan ialah Buchtar Tabuni lalu Fery Kombo, ada pun jug Alexsande Gobai, Steven Italy lalu Hengki Hilapor dan juga ada Irwanus Uropmabin.

Di dalam surat yang bernomor B/076/XRES. 1.24/2019/ Ditrekrimum itu yang dimana para tersangkat dipindahkan pun telah melakukan penhannnya dari rutan Polda Papua yang dimana ke Rutan Polda Kalimantan Timur.

“Sambil menunggu sebuah penetapan dimana pengalihan tempat persidangan oleh pihak Mahkamah AGung Republik Indonesia:” yang berbunyikan surat yang bertanda tangan Direskrimum Polda Papua yaitu Kombes Tony Harsono.

Kemudian Polda Papua memang belum memberikan sebuah konfirmasi yang darimana terkait dari kabar pemindahnnya tersebut. Kabid Humas Polda Papua yaitu Kombes AM Kamal memang belm menjawab di saat dihubungi.

Kemudian sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat atau Karo Penmas di Divisi Humas Polri Brigjen Pol yaitu Dedi Prasetyo di saat dihubungi oleh laman berita telah menyebutkan memang masih memeriksa sebuah informasi di saat mengenai pemindahannya itu. Pada sebelumnya pun Amnesty Internation Indonesia telah mencatatkan sedikitnya ada 22 aktivis di Papua yang telah ditangkap dan juga telah ditahan dengan jerat pasal makar.

Bagi para tersangka dan juga ditahan berdasarkan dari Pasal 106 dan 110 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yaitu KUHP yang dimana merupakan dari bagian Bab Kejatah Terhadap Kemanan Negara bersama dengan ancaman hukuman maksimum yaitu penjara seumur hidup. Mereka juga telah ditetapkan sebagai tersangka di bawah pada pasal 106 dan 110 KUHP dan juga menahannya di Polisi Resor atau Polres Manokwari.

Related posts

Sri Mulyani Berharap Tradisi Mudik Berdampak Pada Pemerataan Ekonomi

Anggoro Putri

Cerita Anwar Ibrahim Dibantu Habibie Saat Masa Sulit

Fey Bianca

Titik Api di Sumsel Naik Lagi, Hujan Tak Sentuh Gambut Dalam

Fey Bianca

Leave a Comment